Lokerbeasiswa.com – Oke gaes. Jadi motivasiku untuk membuat review semacam ini adalah untuk mengabadikan momen, sekaligus biar nempel diingatan. Sayang sekali, kan? Kalau kita membaca pulahan bahkan ratusan novel, tetapi sebulan kemudian, kita udah lupa intisari dari novel yang kita baca…

Novel ini kudapatkan dari pinjaman temen kost :D. So, bisa dibilang dari segi harganya saja aku sudah buta. Kesan pertama pada novel ini sih biasa aja ya, menurutku. cover-nya yang berwarna kecoklatan dengan bubuhan tulisan ‘cafe’ serta adanya biji kopi di cover belakang sudah bisa menyiratkan sesuatu. Ya, pasti ada cafe-cafe-nya lah pokoknya.

Lanjut. Memasuki halaman pertama, kurasakan tekstur dan aroma kertas yang bisa dibilang cukup premium, tidak mengecewakan sama sekali. Dari segi desain juga OK, tapi ada satu yang sayang banget. Tidak ada daftar isi.

Lebih lengkap mengenai spesifikasi, cek berikut ini:

Judul: Mi Amor – di titik nol kota Madrid
Penulis: Sayfullan
Penerbit: Penerbit Senja
Genre: Dewasa Muda, Drama, Romance
Tebal: 313 Halaman
Terbit: Desember 2013
Harga normal: Rp 40.000

Kita tidak membahas spesifikasinya ya sekarang, soalnya ini udah 5 tahun berlalu sejak diterbitkan.
Yang kita bahas sekarang adalah isi cerita yang hmm…

Ya, novel ini benar-benar sukses membuatku uring-uringan sendiri. Kisah gadis kembar yang memiliki kepribadian bersebrangan. Kemudian dipertemukan dua lelaki yang ternyata juga bersaudara. Lalu siapa yang harus berkorban?

Seperti prolog pada umumnya, seringkali pembaca merasa bingung. Ya, nama tokoh belum disebutkan, mungkin untuk mendorong pembaca untuk membuka lembar selanjutnya kali ya. Namun, membuka lembar selanjutnya membuatku semakin bingung! Karena tokoh dan alurnya seketika berubah.

Hmmm… Oke, ini agak sedikit hambar tapi membuat penasaran. Aku teruskan dan lanjut membaca. Dari segi gaya bahasa dan diksi sih aku suka banget. Tapi menurutku banyak keanehan yang tidak masuk akal, hihi. Katakanlah Kiana yang nggak pernah ketemu sama Reza teman kecilnya, padahal mereka satu kampus di fakultas! Setidaknya mereka saling tahu keberadaanlah. Pertemuan secara kebetulan justru terjadi di Kota Madrid yang sungguh jauh itu–jadi biar pas sama judul, dong.

Pertemuan Aditya dan Serilda juga agak jomplang. Maksudku Adit baru datang dari luar negeri. Bisa kebetulan gitu ya ketemu sama Serilda dan mengatakan kalau Serilda adalah …. *spoiler* hanya karena gelang akar bakau yang dipakai. Oke, tapi aku yakin bagian ini sukses membuat pembaca….*spoiler* — yah padahal novel lama juga wkwk.

Oke, lalu siapa yang pada akhirnya berkorban? Semuanya! Ya semuanya berkorban dengan cara masing-masing yang tidak terduga sama sekali. Apalagi pas detik-detik menjelang dua dari mereka bertunangan. Dijamin histeris karena alur yang tak terduga. Kalo ending sih, bisa ditebak kali ya…

Kesimpulannya, Novel Mi Amor di Titik Nol Kota Madrid ini cukup recommended. 4 dari 5 deh kalo dari aku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *