Selesaikan Apa yang Sudah Kamu Mulai (Finish What You Start)

Coba ngaku, siapa di antara Sobat Lobs yang hobinya ngide tapi jarang ngeksekusi? Atau mungkin udah take action tapi enggak diberesin sampai finish? Ini sebenernya hal yang sangat umum terjadi di semua kalangan. Bagi beberapa orang, memulai adalah hal yang sangat sulit, tapi percayalah kalau mengakhiri yang sudah dimulai jauh lebih sulit. Oleh karena itu, kali ini kita akan belajar bagaimana menyelesaikan apa yang sudah kita mulai dengan salah satu resep dari buku “Finish What You Start” karya Peter Hollins.

Setiap orang tentu memiliki impian dan cita-cita yang ingin diwujudkan. Ada yang berkeinginan menjadi dokter, polisi, TNI, jurnalis, arsitek, pilot, dan lain sebagainya. Semua orang bisa memimpikan apapun sebebas-bebasnya, tidak ada aturan atau pasal perundang-undangan yang melarang. Masalahnya jika hanya bermimpi semua orang juga bisa. Mewujudkannya? Mohon maaf hanya orang-orang tertentu saja yang bisa.

Oke, sebenarnya setiap orang memiliki starting point yang berbeda-beda. Begitu pun tujuan atau finish-nya, juga berbeda-beda. Namun tentu kita sepakat bahwa kita ingin berangkat dari titik start sampai ke titik finish. Dengan kata lain, kita ingin mewujudkan mimpi menjadi nyata. Dalam prosesnya tentu ada banyak sekali ganggunan dan godaan yang membuat kita berhenti, prokrastinasi, atau yang lebih parah lagi: menyerah dan mundur.

Lantas, apa saja yang dapat kita lakukan untuk menghadapi berbagai rintangan itu? Peter Hollins membaginya menjadi empat bagian. Di antaranya, The Head, focus; The spine, self-discipline; the hands and feet, action; the heart, persistence.

1. The Head, Focus (Bagian Kepala, Fokus)

Di zaman yang banjir akan informasi dan notifikasi ini, fokus kita seringkali terdistraksi. Padahal kekuatan fokus memiliki manfaat yang luar bisa bagi produktivitas seseorang. Berdasarkan artikel yang ditulis jbauthorservices.com, dengan memberikan atensi kita pada satu hal, kita akan mampu menyelesaikan hal tersebut dengan lebih cepat dan minim kesalahan. Selain itu, kulalitas kerja dan kreativitas kita akan jauh lebih baik. Kaitannya dengan impian yang ingin diwujudkan, maka kita sebaiknya fokus untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan mimpi kita. Jangan sampai fokus kita pada hal di luar kendali seperti membandingkan diri dengan orang lain atau mendengar orang-orang yang meremehkan mimpi kita.

2. The Spine, Self-discipline (Bagian Tulang Punggung, Kedisiplinan)

Kedisiplinan adalah kunci utama yang harus dibangun dan dibiasakan. Ketika kita berada di titik jenuh dan bosan dalam hal produktif, kita harus tetap bisa menguatkan diri. Selalu ingat bahwa titik jenuh pasti akan datang. Namun, dengan memiliki kedisiplinan yang baik, meskipun kejenuhan datang kita sadar bahwa kita butuh menyelesaikan apa yang telah dimulai, meskipun ada Hasrat penolakan di sana. Meskipun Lelah dan bosan kita tetap konsisten berada di-track yang membawa kita pada impian yang ingin kita gapai. Menurut Peter Hollins, jika seseorang memiliki self-discipline yang baik, ia akan menolak menggunakan semua waktu luangnya untuk bersantai. Sebanarnya tidak ada yang salah dengan memanfaatkan waktu luang dengan rebahan atau quality time sama orang tercinta, dengan catatan secukupnya—yang terpenting jangan sampai tugas utama untuk meraih mimpi terabaikan. Ingatlah bahwa semuanya harus seimbang. Work and life are balance.

3. The Hands and Feet, Action (Bagian Tangan dan Kaki, Aksi)

1000 langkah dimulai dengan mengambil langkah pertama. Ya, segala rencana dan impian selamanya akan menjadi wacara jika kita tak kunjung take action. Seperti yang diungkapkan Diego Christian dalam bukunya Travel in Love, “Lebih baik kamu menyesal karena kamu telah mencoba sesuatu daripada kamu menyesal karena tidak melakukan apa-apa.” Oleh karena itu, ini adalah tahap yang sangat krusial untuk kamu lakukan. Dalam blog seeken.org dikatakan bahwa untuk mencapai kesuksesan kamu harus berani beraksi karena dengan memadukan ilmu dan aksi, maka akan muncul hasil. Dengan terus menggerakkan kaki dan tanganmu, maka jarak antara mimpimu dan kamu akan semakin dekat.

4. The Heart, Persistence (Bagian Hati, Ketekunan)

Ketekunan adalah sesuatu yang membuat kita tetap teguh untuk mencapai impian. Ingatlah bahwa, semua tahap yang telah kita lalui sejak awal tidak akan membuahkan hasil jika tidak diselesaikan. Jadi ketekunan menuntut kita untuk terus melangkah meskipun banyak rintangan, hambatan, gangguan, bahkan kemunduran. Orang-orang yang memiliki ketekunan akan mengalami kegagalan demi kegagalan, tersesat di jalan buntu, dan merasa stuck karena tidak merasakan progress dari apa yang telah dikerjakan. Meski begitu tetaplah berjuang dan motivasi diri untuk terus melangkah melewati masa-masa sulit ini. Percayalah bahwa usaha kita sekarang merupakan benih yang hasilnya akan kita tuai nanti di kemudian hari.

So, itu dia empat bagian penting yang bisa Sobat Lobs praktikkan untuk menyelesaikan segala hal yang telah dimulai. Dengan begitu impian tidak stuck di tengah, tapi benar-benar terwujud—kalau tidak sekarang, nanti di masa yang akan datang. Just believe and do whatever you can do.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *